Pergi

1313 Kata

Vio berpamitan pada Bang Dicki, lalu menuju mobilnya di tempat parkir. Hari ini begitu melelahkan dan dia ingin segera naik ke tempat tidur. Setelah acara off air tadi pagi selama empat jam, dia masih harus siaran enam jam nonstop. Vio mengerutkan kening, memikirkan skripsinya yang terbengkalai gara-gara pekerjaan. Tahun ini dia sudah semester sepuluh. Kapan kira-kira dia punya waktu untuk menyelesaikan skripsi? Bahkan dia belum pernah memikirkan apa judulnya. Ini parah sebenarnya. Vio sempat bertanya-tanya apa dia akan bernasib drop out seperti Bang Dicki? Vio menggeleng cepat-cepat. Dia sudah menunda kuliah dua tahun demi karir sebagai penyiar dulu. Lalu terminal sampai tiga semester dengan alasan yang sama. Jika dia drop out, dia bisa dibunuh ayahnya. Besok ada hari di mana dia tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN