Krisna memandangi gerombolan anak lelaki yang tengah bermain bola di lapangan depan Balai Desa dari warung kopi yang ada di seberangnya. Tempat itu dulu adalah daerah kekuasaannya. Di mana dia dan para sahabatnya bertanding balap tamiya atau sekedar main bola. Mata Krisna melebar ketika melihat salah seorang anak laki-laki kecil yang berada dalam ke rumunan itu. Bocah kurus dengan mata coklat yang cerah. Ketika tersenyum, sebuah lesung pipit yang manis menghiasi wajah anak kecil berkaus biru tersebut. Krisna memerhatikan anak itu dengan saksama. Dia tampak lelah lalu berbicara sesuatu pada teman-temannya sambil menunjuk-nunjuk warung tempat Krisna menongkrong. Beberapa temannya mengangguk setuju. Anak itu lalu berlari menghampiri warung dan memesan beberapa bungkus es pada si empunya war

