14

1353 Kata

14   Flozia POV   Aku menatap mobil sport berwarna putih yang memasuki pekarangan rumah orangtuaku. Seketika dadaku berdebar tidak menentu. Raven datang! Aku tahu Mami yang mengundang Raven. Dan aku juga sangat tahu, Mami ingin agar aku dan Raven segera berbaikan. Raven melangkah masuk ke beranda. Membuatku yang sedang duduk di salah satu kursi santai di teras, menjadi gelisah. Aku menahan napas, menjaga ekspresi agar tidak telihat gugup. Wangi parfumnya seketika menyentuh penciumanku membuat dadaku semakin berdebar tidak menentu. Aku bahkan bisa mendengar detak jantungku sendiri yang berdegup kencang. Raven duduk di kursi tidak jauh dariku. Aku hanya diam, berharap Mami datang menyelamatkan situasi. Tapi harapanku sia-sia. Mami sama sekali tidak mau keluar untuk berbasa-basi pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN