21 Author POV “Aku mau mangga muda, Raven. Bukan mangga yang sudah matang seperti ini.” Raven mendesah frustrasi. “Kenapa tadi tidak bilang?” tukas Raven kesal. Siapa yang tidak kesal? Demi memenuhi permintaan Flozia, ia harus ke supermarket membeli mangga, baru saja pulang, Flozia sudah histeris dan memarahinya karena ternyata yang Flozia inginkan bukan mangga matang melainkan mangga muda. Mana ia tahu kalau istrinya itu ternyata spesies aneh yang lebih senang memakan mangga muda dibandingkan mangga matang seperti orang biasa pada umumnya. Flozia merengut. “Aku tidak mau mangga ini. Aku mau mangga muda,” kata Flozia berkeras dengan nada manja. Raven mengacak rambutnya frustrasi. Apa ini artinya sekali lagi ia harus ke supermarket membelikan mangga muda untuk istrinya? Andai sa

