29 Flozia POV “Aku perlu bicara.” Aku yang baru berniat meninggalkan toko pada pukul tiga sore ini, dikejutkan oleh suara seorang wanita cantik di depanku. Aku mengerut kening, petanda bahwa aku tidak mengenal wanita ini. “Aku Audea, dan aku ingin bicara denganmu. Cukup sepuluh menit jika kamu tidak keberatan.” Aku makin mengerut kening. Aku benar-benar tidak kenal dengannya, untuk apa ia ingin berbicara denganku? “Ini tentang Raven. Tentang kamu dan wanita-wanita itu.” Seketika tubuhku mengejang mendengar kalimatnya. Sepuluh menit kemudian, kami sudah duduk di sebuah cafe terdekat di tokoku. Aku menyesap teh hangat yang baru saja dihidangkan oleh pelayan cafe. Sungguh rasa mual dan pusing ini sangat mengganggu. “Jadi ada apa?” tanyaku dingin sambil menatap wajah cantik di depan

