Eleven

1915 Kata

* * Alana terbangun dari tidur siangnya. Tubuhnya benar-benar segar karena tidur yang lumayan nyeyak. Apalagi dengan udara sejuk yang berhembus melewati jendela kamar yang memang sengaja ia buka tadi, sebelum merebahkan diri. Kepalanya menoleh ke samping kiri yang tidak terdapat suaminya, dimana dia? Apakah selama itu berbicara dengan Papa mertuanya, hingga sekarang pukul empat sore Raffi belum kembali ke kamar. Alana menggulung rambutnya asal-asalan dan turun dari ranjang berjalan ke kamar mandi untuk membasuh muka. "Mama, masak apa?" tanya Alana, ketika memasuki dapur dan melihat mertuanya sedang sibuk dengan gelas beserta air bewarna kuning. Wanita paruh baya itu tersenyum mendapati sang menantu berdiri di sampingnya dengan wajah segar. "Sudah bangun sayang?" tanyanya tanpa menjawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN