Twenty

1882 Kata

* * Dua minggu berlalu tanpa jawaban Raffi pada pernyataan Alana malam itu. Pria itu tetap tutup mulut dan bersikap seperti biasanya, membuat Alana menjadi gemas sendiri. Semua wanita, apalagi seorang Ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk keselamatan anaknya, dan Alana sedang melakukan itu. Tetapi berbeda dengan Raffi, yang seolah dihadapkan oleh pilihan yang sulit dihidupnya. Istri atau anaknya, dan Raffi menginginkan kedua-duanya bisa hidup bersamanya. Bukan salah satu dari dua pilihan itu. Namun pernyataan Alif waktu itu, kembali membuat hatinya bergejolak "Sebagai seorang dokter, pasti kami akan berusaha menyelamatkan pasien kami. Tetapi ketika kami harus dihadapkan pada pilihan yang sulit, dengan berat hati kami akan lebih menyelamat Ibunya terlebih dahulu baru bayinya. Buka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN