Reyhan merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal dan kaku karena seharian ini ia sibuk mengecek berkas laporan yang menumpuk. Setelah mendapat kabar jika istrinya tengah mengandung buah cinta mereka yang kedua, Reyhan tidak masuk kerja selama tiga hari karena sibuk mengurus istrinya, padahal kondisi Yuna baik-baik saja namun Reyhan bersikukuh menjaga Yuna selama tiga hari itu. Makanya sekarang Reyhan sangat sibuk sekali mengurus laporan dan meeting yang tertunda. Karena saking sibuknya Reyhan mengabaikan pesan-pesan masuk yang menurutnya tidak penting, kecuali pesan dari istrinya dan juga pembantunya. Bahkan pesan dari Kintan pun Reyhan abaikan. “Ahh, akhirnya selesai juga,” gumam Reyhan. Reyhan mematikan komputernya, lalu meraih ponselnya untuk memeriksa pesan-pesan yang sempat ia

