“Kau mau ke sana? Ke hutan itu?!” tanya Alvha dengan wajah melongo tidak percayanya, mendongak ke atas menatap Barend yang kini tengah berdiri dengan penuh keyakinan. “Kakak, itu berbahaya sekali,” cicit Imelda dengan wajah ragunya. Gadis itu bahkan menarik ujung baju milik Barend untuk menahannya pergi. “Tidak Imel. Aku hanya akan berdiri di dekat pembatas saja,” balas Barend sembari melempar senyum kecil ke arah gadis itu. “Tapi itu tetap saja berbahaya Rend,” kali ini Renee yng bersuara. “Aku rasa tidak kok. Coba lihat, pembatas yang terpasang itu di dekat jalan raya. Dan masih ada lahan kosong yang membuatnya berjarak cukup jauh dari pohon-pohon hutan Terlarang. Kalian bahkan bisa melihatku dengan jelas di sana. Lagi pula aku juga tidak bermaksud memasuki hutan itu buka

