“Katakan padaku bagaimana perasaanmu kepadaku sekarang Va.“ Rio masih saja merasa Sava mencintainya, hanya saja tertekan oleh tanggung jawab terhadap pernikahannya dengan Rainhard. Sava tersenyum kecil, sebuah senyuman yang menunjukkan tak percaya kalau Rio terus saja ngeyel ingin mendapatkan pengakuan kalau dirinya masih mencintai pria itu. “Aku masih mencintaimu? Kamu sepertinya—” Perkataan Sava tertahan oleh suara Rainhard yang berkata dengan setengah berteriak, meski keadaannya masih lumayan lemah. “Sava! Rio! Apa kalian sedang pacaran di depan mataku!“ Rainhard bangkit, bahkan tanpa memperdulikan jarum infus di tangannya yang bergeser, hingga menyebabkan darahnya mengalir. Sava dan Rio terkejut, dan secara bersamaan menoleh ke arah Rainhard. “Rain! Hati-hati!“ Sava panik melihat

