Tubuh mereka masih saling menempel, panas yang belum padam malam itu masih mengendap di antara kulit mereka. Reigan memeluk Baby dari belakang, tangannya menyelimuti perut ramping gadis itu, mencium bahu yang masih bergetar halus karena sisa hasrat yang belum benar-benar reda. "Kau menggila tadi malam," gumam Reigan di dekat telinga Baby, suaranya berat, parau, penuh kekaguman dan gairah yang belum padam. Baby menoleh sedikit, pipinya merah, matanya masih buram oleh kabut rasa. "Aku... aku juga tak mengenal diriku sendiri, Rei. Rasanya... seperti aku adalah orang yang berbeda." Reigan mengusap perlahan sisi pinggang Baby, bibirnya mengecup pundak yang hangat itu. "Kau liar... dan menggemaskan. Dan saat kau mendesah namaku dengan suara itu..." Baby menggeliat pelan, tubuhnya menggeliat

