Cara Terakhir Melindungi Rayya

1246 Kata

"Meski nanti semua akan berakhir aku hanya ingin menjadi kenangan terakhir dalam melindungimu. " -Elo Arjuna Fiandra - Masih dalam keadaan panas, hati Rayya tak tenang sama sekali. Wujud mbok-mbok nya sudah ketahuan. Kemanapun ia pergi, apapun wujudnya, ia selalu menjadi sorotan kamera dan mikrofon yang menerornya dengan berbagai pertanyaan. Ia selalu menangis saat sudah ada di rumah Elo. Ia tak tahan dengan pertanyaan para wartawan dan cemoohan para masyarakat awam diluaran sana. Tangis Rayya selalu menyayat hati Elo. “Ini udah diambang batas. Dua b******n itu harus habis segera” geram hati Elo. Beberapa hari ini Rayya tak diizinkan keluar rumah oleh Elo. Namun Rayya selalu bersikukuh untuk keluar. “Elo, lebih baik aku yang menderita karena semua hal diluar sana daripada pihak manajem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN