"Semua bukan tentang menerima begitu cepat seseorang dalam hati kita tapi bagaimana kita merasa bahagia atas pilihan kita.." - Rayya Farasya - "Ray.. Rayya... Axel gimana? Lu udah nyaman kan?" Tanya Nadira yang tiada henti tiap harinya Rayya merasa bosan mendengarkan pertanyaan Nadira yang selalu menanyannya 'Ray gimana? Udah nyaman kan sama Axel?" Pertanyaan itu membuat diri Rayya merasa muak. Bukan perkara dia tak menyukai Axel tapi ia masih mengharapkan Elo dalam kalbunya. Entah kenapa begitu sulit untuk melepaskan bayangan Elo dalam fikiran dan hatinya. Diri Elo sangat melekat erat dalam benaknya bak seperti sebuah permen karet yang telah merekat erat di bawah meja. Nadira melihat sahabatnya yang melamun. Ia tau jika sahabatnya itu masih merasa sulit untuk melupakan Elo tapi

