Masalah Rayya terasa sangat cepat selesainya. Masalah alasan dibalik perubahan wujudnya, sudah selesai. Masalah Jonathan dan Nazia, juga sudah rampung. Rayya jadi tak tahu harus melakukan apa lagi. Rayya menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di rumah Elo, tanpa pergi bekerja. Hingga hari ketujuh, Rayya benar-benar tidak melakukan apapun. Paling berat, ia melakukan pekerjaan domestik. Selebihnya, cuma goleran ria. TOK! TOK! TOK! Pintu rumah di ketuk kencang oleh seseorang diluar. Rayya yang bangkit dari duduknya dengan malas-malasan. Ia berpikir siapa yang datang siang-siang begini? Kalau Elo, ia pasti membukanya langsung tanpa mengetuk, karena ia membawa kunci cadangan. TOK! TOK! TOK!! “Rayya kampret! Bukain pintu woy! Dasar lelet!” teriak si pengetuk pintu. Rayya langsung mengenal

