"Lupakan Perasaanmu karena sudah saatnya Engkau pergi Rayya". -Rayya Farasya - Langit yang cerah dengan semburat senja yang mulai menyeruak mengukir langit. Lalu lalang manusia berjalan tuk pulang. Seorang wanita berpakaian modis dengan tubuh tuanya berjalan dengan pede. Tatapan orang-orang yang memandangnya tak ia hiraukan. Satu tujuannya sekarang yaitu menjemput sosok yang ia cintai di sekolah. Ya, ia adalah Rayya Farasya. Tubuh tuanya tak menjadi alasan untuknya malu karena inilah wujud dirinya. Tak perlu waktu lama sampailah ia di sekolah. Hanya beberapa langkah lagi ia melihat gerbang sekolah Elo. Saat dirinya ingin sampai di gerbang sekolah dirinya melihat sosok yang sangat dikenalinya. Sosok lelaki yang tengah digelayuti manja oleh seorang wanita cantik. Dengan cepat ia bersembun

