Aliandro menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di sofa, setelah seharian penuh bekerja akhirnya dia bisa merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya
"Yak, Aliandro! Kau kan baru pulang kerja, kenapa sepatu dan bajumu tidak kau buka? kau jorok sekali" ucap Nayra tiba-tiba dan membuat Aliandro spontan membuka matanya
"Hei.. setidaknya lepaskan dulu bajumu lalu mandi, kalau kau malas mandi..kau bisa minta bibi Rose untuk memandikan mu, aku pun begitu setiap hari bibi Rose selalu membantu ku mandi " ucap Nayra seperti tanpa dosa
Aliandro membulatkan matanya sempurna dan melihat kearah Nayra kesal, pria itu menghembuskan nafas panjang
"Dasar i***t, kau pikir aku sama seperti mu? Aku bisa mandi sendiri" sahut nya lalu berdiri menuju ke kamar
Bibi Rose yang berdiri tak jauh dari situ hanya tertawa kecil mendengar ucapan polos nona mudanya, bagaimana bisa jika dia memandikan Tuan besarnya? Yang ada dia akan di kubur hidup-hidup olehnya
Aliandro masuk kedalam kamar dan melempar tas kerjanya kesembarang arah, dengan nafas yang memburu karena kesal hingga membuat Aliandro ingin berteriak kesal
Mimpi buruk apa yang harus dia jalani selama sisa hidupnya bersama gadis yang belum sempurna kedewasaannya
Gadis itu sebenarnya cukup cantik juga pintar, namun sikap manja nya benar-benar seperti bocah.
Aliandro membuka seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer
Tiba-tiba
"Aliandro" teriak Nayra yang tiba-tiba nyelonong masuk kedalam kamar nya tanpa mengetuk terlebih dahulu
Aliandro menoleh geregetan kearah Nayra, ingin sekali dia melempar gadis ini dari lantai 32 di kantor miliknya karena saking kesalnya melihat tingkah gadis tersebut
"Hei bodoh, apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu" ucap Aliandro kesal
Nayra terkekeh sambil melompat keatas kasur
"Aliandro, coba lihat apa yang kubawa" ujar gadis tersebut dan tak memperdulikan Aliandro yang kesal padanya
Pria itu mengerutkan keningnya dan menarik buku tersebut lalu membuangnya sembarang
"Dari mana kau dapat majalah ini?" Teriak nya kencang hingga membuat gadis itu menutup kedua telinga dengan tangan nya
Nayra yang polos hanya nyengir kuda dan meringkuk sambil memeluk guling
"Tadi adikmu yang bernama Jun datang dan memberikan ku itu" cicitnya
Aliandro lagi-lagi di buat kesal oleh tingkah adiknya itu terlebih tingkah Nayra
"Kenapa isi nya permainan di buku itu begitu menyeramkan? Aku jijik melihat sepasang kekasih itu" Tanyanya sambil memanyunkan bibirnya
Aliandro yang hanya mengenakan boxer menggaruk-garuk kepalanya yang sesungguhnya tidak gatal, dia sulit untuk menjelaskan buku tersebut
"Itu majalah hot! Apa kau tau? Kenapa kau menerima ini" teriak Aliandro kesal dia benar-benar sudah tidak bisa membendung kekesalannya lagi
"Oh berarti gambar di dalam itu adalah gambar hot? Pantas saja aku merinding di buat nya..aku tidak mau buka itu, kau simpan saja...besok kalau Jun datang kesini, aku akan memukul kepalanya" celetuknya
Alias ingin sekali menangis frustasi menghadapi ujian istri kecilnya tersebut
"Apa yang Jun katakan?" Tanya Aliandro sambil menarik nafas panjang
Nayra memiringkan kepalanya dan tersenyum
"Dia bilang, kau bisa memperagakan ini dengan kakakku..kau akan menikmatinya" sahut Nayra polos
Aliandro ingin menjerit, pria itu sudah tidak sanggup menahan kesal
"Lalu kau bilang apa"
"Tentu saja aku menggeleng kan kepala ku, melihat gambar nya saja aku jijik apalagi aku melakukan hal itu pada mu! Aku bahkan tidak berani membayangkan nya, pasti sakit" ucap Nayra
Aliandro terdiam menahan diri atas kekesalannya saat itu, namun istri kecilnya terus saja bertanya tentang model yang memperagakan adegan syur di majalah tersebut
Aliandro langsung loncat keatas kasur dan membekap mulutnya Nayra dan menatapnya tajam
"Dengar! Bisakah kau tidak banyak bertanya, sumpah.. pertanyaan mu membuatku ingin bunuh diri" ucap Aliandro tajam namun setengah frustasi
Nayra menganggukkan kepalanya sambil terkekeh
"Aliandro" ucap Nayra
"Apa" sahutnya ketus
"Itu kenapa celanamu mengembung" tanya nya polos
Aliandro yang ketahuan jika milik nya mengembang langsung menutupinya dengan selimut
"Bagaimana kau bisa tahu" gumam Aliandro
Nayra terkekeh
"Terasa menusuk" ucapnya sambil tertawa
"Dasar gila" sahut pria itu lalu berdiri dan menuju ke kamar mandi
Aliandro menyalakan shower berusaha menidurkan kembali kepunyaan nya, namun yang ada di bayangan nya adalah gadis itu.
Aliandro menggeleng kan kepalanya, dia berkali-kali mengumpat kesal pada gadis tersebut
"Nayra" teriak Aliandro namun tak ada jawaban
"Nayra" panggil Aliandro kesekian kalinya
Sambil berdecih Aliandro membuka pintu kamarnya, namun dia mendapati istri kecilnya sudah terlelap dalam mimpi
"Dasar b******k, setelah memperlihatkan hal itu dia justru tertidur dan seolah tak berdosa" gerutunya dalam hati
***
Aliandro merebahkan tubuhnya di sebelah Nayra, matanya menatap dalam wajah imut istrinya tersebut
"Jika kau normal, kau itu lumayan manis.. hanya saja otakmu geser sekian centi jadinya seperti ini, usia 21 tahun tapi sikap mu seperti anak-anak..dan parahnya lagi aku bahkan telah menikahi nya, sungguh sial hidup ku ini!" Gerutu Aliandro dalam hati
Mata Aliandro menatap langit-langit dengan mengepalkan tangannya keras, dia sebenarnya sangat risih jika tidur bersebelahan dengan gadis tersebut.
Bahkan dalam tidur pun gadis itu tidak pernah bisa diam, selalu kesana kemari bahkan sering menendang b****g suami nya dan itu membuat Aliandro ingin sekali memukul kepalanya,
Namun dia ingat, dia telah menikahi pewaris tunggal kerajaan bisnis tuan Smith dan itu tidak bisa dianggap enteng.
"Lihat besok, Jun..aku akan memberimu pelajaran dasar bocah m***m" gerutu Aliandro kesal
Dia pun memejamkan mata nya kemudian terlelap bahkan mereka berdua melupakan makan malam nya.
Sementara di ruang tengah.
"Bagaimana perkembangan pernikahan kakak ku dengan Nayra Smith?" Tanya Jun penasaran
Bibi Rose tertawa lebar dan menghela nafas panjang
"Kau tahu sendiri seperti apa kakak mu jika sedang kesal, tapi terkadang aku tertawa melihat gadis itu...dia merubah kebiasaan Aliandro sedikit demi sedikit, dan aku harap hubungkan mereka akan semakin erat" ucap bibi Rose
Dia adalah orang kepercayaan dari keluarga Andreas.
Tuan besar Andreas selaku kakek mereka menyerahkan cucu nya untuk di urus oleh nya karena orang tua mereka yang telah meninggal karena kecelakaan pesawat terbang.
Jadi bibi Rose lebih tahu bagaimana sikap ketiga kakak beradik tersebut.
"Halo bibi Rose, kenapa kau Diam saja?" Tanya Jun.
Bibi Rose menghelah nafas panjang dan tersenyum tipis
"Aku masih disini Jun" ucap nya
Jun terkekeh
"Aku memberikan majalah dewasa pada gadis polos itu.. kira-kira bagaimana reaksi Aliandro?" Tanya Jun penasaran
Bibi Rose menggeleng kan kepalanya sambil menghembuskan nafas
"Kau itu ada-ada saja, tentu saja kakak mu akan memarahi gadis itu, kau tahu sendiri bukan jika nona nayra hanya boleh menonton sesuatu sesuai perintah kakak mu. Aku tidak bisa membayangkan seberapa marah nya Aliandro" ucap bibi Rose tertawa kecil