“ aku harus menjemput seseorang, setelah aku mengantar kalian di depan gank, aku akan langsung pergi.” ucap Arnold saat perjalanan. ‘ apa itu kekasihnya?’ batinku. Setelahnya, aku dan Dika benar- benar di turunkan di depan gank kampungku karena memang rumah kami sedikit masuk ke dalam kampung dengan jalan yang sangat sempit hingga tak memungkinkan kendaraan roda empat untuk masuk kesana. “ apa ia mau menjemput kekasihnya?” heran Dika. “ entahlah.” ucapku acuh. Tak penting juga mengurusi percintaan kakak tiri ku itu. Sejujurnya, aku dan Arnold memang sudah berhubungan intim, namun kami tak memiliki hubungan lain selain saudara tiri- jadi menurutku, aku tak berhak mengurusi masalah pecintaan saudari tiri ku itu. Setelahnya, karena aku tak suka berada di rumah sendiri, aku memilih berkun

