"Ada begitu banyak hal yang harus dipersiapkan untuk sebuah acara pernikahan. Hingga aku bahkan melupakan satu hal, tentang perasaanku yang belum bisa aku identifikasikan." ~Valerie Genneth. *** Valerie mengerjap. Bola mata Pedro yang menatap lurus ke arahnya membuat perempuan itu sedikit cemas, dan hampir saja kebingungan bagaimana untuk membalas kalimat terakhir dari sang sahabat. "Kadang aku tak sampai pikir, Val," Pedro sudah lebih dulu bersuara, sebab Valerie tampaknya masih tertegun dan terdiam. "Kita, ternyata ditakdirkan untuk saling menempel satu sama lain. Bukankah ini terasa menggelikan menurutmu?" Valerie mengembuskan napas, seakan sedang mengeluarkan beban berat dari desahannya. Syukurlah posisi canggung tadi tak berlangsung lama, sebab kini Pedro akhirnya mengambil langk

