"Ternyata hari ini akan datang juga dalam kehidupan kami. Kupikir kami takkan pernah mengunjungi satu sama lain secara formal seperti ini, tetapi ternyata takdir telah menggarisnya sedemikian rupa." ~Pedro Viscout. *** Lady Viscout kehilangan kata-kata. Manik indah perempuan yang telah berusia paruh baya itu memutar sempurna, membelalak seakan tak percaya untuk apa yang didengarnya baru saja. "A-apa katamu?!" tanyanya setengah berseru, tanpa sadar berkacak pinggang dan refleksi berdiri dari sofa yang didudukinya sejak tadi. "Putra kedua Viscout, coba ulangi apa yang kau katakan!" Suara yang menyerupai geraman tersebut memenuhi seisi ruang tamu, hampir saja membuat orang lain yang mendengarnya mungkin salah paham. Jika ada yang mendengar teriakan Lady Viscout tanpa mengetahui apa yang

