Diawasi

1405 Kata

Sarah yang segar mulai membuka laptopnya, saat menunggu laptopnya terbuka dia kembali mengambil handphone-nya dan mendengus membaca tulisan Brahm. "Tak tahu, tak mengerti, pria itu terlalu aneh bagiku, dia menciumku lalu meminta maaf, sekarang tiba-tiba memberikan pekerjaan yang menumpuk. Sepertinya aku akan mencari yang aman saja." Sarah membalas pertanyaan konyol dari Brahm. Tapi memang dia tak salah, dia memang lebih menyukai ciuman Abraham daripada Noah. "Jadi kamu membohongi dirimu sendiri, kamu harus berjuang demi perasaanmu," balasan dari Brahm cepat muncul. Sarah kembali mendengus. "Mudah bagimu bicara Brahm, bukan kamu yang harus menghadapi pria aneh itu," jawab Sarah berbicara sendiri, dan mengabaikan tulisan Brahm di handphone-nya. Begitu komputernya sudah siap dia langsung b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN