Sarah merebahkan dirinya di kasur, sambil menunggu, “Kira-kira jika dia keluar ke dapur untuk memeriksa Abraham, akan memalukan nggak ya?” pikirnya dalam hati. “Dasar Sarah tidak peka, bagaimana dia terus memaksa, sedangkan mungkin Abraham sudah tersiksa di dalam.” pikirnya lagi. Dia menendang-nendang kakinya ke arah atas sambil menjerit kesal saat Abraham tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Sarah langsung membeku, dia berpura-pura olahraga. “Kenapa? Aku sedang berusaha melakukan posisi lilin, kamu tahu kan posisi lilin?” ucapnya sambil menahan kakinya lurus ke atas. “Tahu, hanya aku tak menyangka saja kamu akan melakukannya di tengah malam seperti ini sambil berteriak-teriak.“ Jacob mendekat dan Lydia segera menurunkan kakinya. “Haish, kenapa dia malah mendekat, aku malu sekali!” peki

