“Kau yakin tidak memikirkan apa-apa?” Richard memastikan. Sierra menggeleng “tidak, aku hanya sedang lelah,” dalihnya. “Kalau begitu istirahatlah,” kata Richard. Sierra mengangguk pelan menurut kata Richard bukan karena ia benar-benar lelah. Ia hanya ingin sendiri dulu mengenang semua yang sudah terjadi padanya hingga ia bisa sampai di sini dan tidak bisa mengejar apa yang ia inginkan. Richard membantu Sierra berbaring dan merapatkan selimutnya. “Kau butuh Sesutu?” tanyanya lembut. Sierra hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. “Baiklah kalau begitu, aku keluar dulu sebentar untuk mengurus perutku dan juga sedikit pekerjaan,” ujar Richard. Sierra menganggukkan kepala sementara Richard melemparkan senyuman kemudian ia pergi meninggalkan Sierra di kamar. Sierra memastikan Richa

