Kini dunia Sierra benar-benar runtuh. Tak ada lagi yang tersisa. Ia seperti sampan yang talinya terlepas dari dermaga dan terbawa arus air laut yang semakin menjauhkannya dari daratan. Kini ia hanya terombang-ambing ombak di lautan dan tak menemukan satu pun pulau walau hanya fatamorgana. Sierra duduk di lantai dan bersandar pada kaca di jendela. Ia memandangi air hujan yang sedari tadi belum juga reda. Sama dengan rasa sedihnya yang masih membabi buta. Kenapa ini harus terjadi padanya. Jika memang semua yang terjadi memiliki alasan, lantas apa alasan di balik semua ini? Tak berapa lama Richard datang menghampirinya menawarkan secangkir madu hangat. Tetapi jangankan meneguk madu yang manis itu menatapnya pun Sierra tak berselera. Untuk apa lagi ia merasakan manisnya madu kalau lidahnya h

