Terusir

1408 Kata

Air mata Sierra merembes dari pelupuk matanya dan langsung mengalir deras begitu ia berlari memeluk Amerta. “Kenapa bisa sampai begini, mama?” isaknya “kenapa juga mama terus menghindar?” Amerta menumpahkan air matanya yang sudah seperti air bah “ini sebabnya mama dan papa tidak mau kau melihat kami, nak,” jawabnya. “Tapi kenapa, aku rindu pada kalian?” protes Sierra. “Biarlah kami hidup susah yang penting kau bisa hidup dengan nyaman tanpa perlu memikirkan apa-apa,” jawab Amerta. “Mama, aku berhak tahu bagaimana keadaan kalian,” tegas Sierra “di mana papa?” tanyanya. “Papa ada di dalam,” jawab Amerta. Sierra pun memasuki bangunan rumah itu. Awalnya ia disambut oleh sebuah ruang tamu yang hanya berisi sebuah dipan kayu bertutup tikar anyaman bambu. “Papa?” panggil Sierra ragu. Ia ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN