Bruk …. Berkas-berkas yang di bungkus map warna biru berhamburan di lantai kantor. Jesica dan Biyan langsung berjongkok membantu memunguti berkas tersebut. Jemari tangan lentik Jesica menyingkirkan tangan suaminya. Bukan maksud apa-apa, tapi biarlah dia saja dan perempuan di hadapannya yang memunguti berkas tersebut. Berkas ini terlihat penting tapi yang membawanya tidak hati-hati. "Ini. Lain kali hati-hati," ucap Jesica ketus. Dia sama sekali tidak tersenyum, tidak juga memberikan gerakan yang ramah. Memberikan berkasnya pun kasar. Maklum yang ada di hadapannya itu adalah Sopia yang ia panggil Sapi, saking kesalnya. Untuk apa juga pagi-pagi orang ini rusuh membawa berkas hingga menabrak Jesica, pasti ini di sengaja. Jika tahu di sengaja, Jesica mungkin ambil ancang-ancang, pasang bada

