Biyan memilih untuk pergi ke cafe Saepul dengan perasaan harap-harap cemas. Kenapa perasaannya sedikit tidak enak setelah mengantar Jesica ke kampus. Di dalam ruangan ternyata sudah ada sebagian sahabatnya. Kebetulan juga Biyan akan membagikan oleh-oleh jadi yang mau pasti ngumpul. Seberapa banyak atau sedikitnya pemberian dari teman, mereka saling menghargai. Dibawakan oleh-oleh saja sudah syukur, berarti tandanya ingat. Kalau tidak dibawakan juga bukan berarti tidak ingat, melainkan tidak sempat beli atau kesusahan membawanya. Bawa koper baju ganti saja sudah repot, apalagi jika tambahan koper oleh-oleh. Alex sudah tidak dalam mode galau lagi. Dua minggu sudah dia juga memperbaiki hubungan dengan orang tuanya Maya dan istrinya itu. Maya dan Alex kini saling mengerti dan membenahi diri

