Pagi ini Biyan sudah bangun lebih dulu dari Jesica. Dia senang karena semalaman bisa memeluk istri dan anaknya setelah berjuang mencari dan membuka pintu apartemen. Masih untung Jesica ada disini, bagaimana jika kaburnya jauhh sampai ke luar kota seperti dulu. Sebelum Jesica bangun, marah dan mengusirnya, Biyan segera pergi ke dapur untuk memasakkan sarapan. Istri dan anaknya pasti kelaparan sehabis tidur pulas semalaman. Jesica bahkan sama sekali tidak bergerak saat tidur, mulutnya juga sedikit terbuka karena dia kelelahan dan kekenyangan. Biyan kini berdiri di depan pantry. Dia mengeluarkan semua bahan masakan, menyangga dagu dengan satu tangan sambil berpikir, menu makanan apa yang cocok dan bergizi untuk ibu hamil. Aha …. Ibu hamil butuh sesuatu yang akan membuat anaknya cerdas dan

