“Maaf. Gara-gara gue lo ikutan celaka, malah lo yang luka-luka juga.” Biyan memegang tangan El erat. Mereka sudah ada di rumah sakit dan El tengah diperiksa oleh tenaga medis. “Gak papa, Bang. Yang penting mempelai pria selamat.” El senang kakaknya tidak apa-apa. Biar saja dia yang terluka demi menyelamatkan kakaknya yang mau mengadakan resepsi pernikahan. “Lo harus rontgen dan periksain yang lain, gue takut ada yang patah dan lo ngalamin luka dalam atau hal yang lainnya, El.” Biyan kini takut kehilangan dan merasa bersalah. “Lo berlebihan, Bang. Luka gue cuma dikit.” Elgio merasa ini hanya luka ringan saja. “Sana lo ke hotel. Papi udah on the way kesini kan?” Elgio takut kakaknya telat. Acara resepsi kan sebentar lagi akan di mulai. “Iya El. Lo gak papa ditinggal sendiri?” tanya Biya

