5. Dessert

1205 Kata

“Tega nakut-nakutin ya.” Jesica mengelitik gemas pinggang Biyan sampai suaminya sedikit kegelian. “Biar kamu nempelin abang terus!” Ini sebuah keuntungan untuk Biyan, Jesica tidak akan jauh-jauh darinya. Setelah menikah dia tidak mau jauh dengan sang istri walau semenit saja. “Jangan tinggalin aku buat lemburan di kantor ya, ngelemburnya di rumah aja," pinta Jesica sambil memeluk lengan Biyan. Sekarang dia tidak suka sendirian. “Iya sayangku yang pengen nempel sama suaminya kaya perangko.” Biyan mengucek-ngucek puncak kepala Jesica, padahal rambut Jesica sudah di tata rapi dan di gerai ke belakang saat kesini. Sudah wangi pula dengan shampo beraroma strawberry, mengingatkan pada dia saat di puncak waktu itu. Bermain di perkebunan strawberry dan saling berbagi satu strawberry yang beruku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN