38.

973 Kata

Setelah berlama-lama berdiam di balkon apartement Alex, akhirnya aku mengajaknya untuk kembali ke dalam karena kakiku sudah pegal terlalu lama berdiri, walaupun aku masih nyaman berada dalam pelukannya. Saat Alex meluruskan kedua kakinya di atas meja, tanpa permisi aku pun berbaring di pangkuan Alex sebagai alasnya. Awalnya Alex merasa kaget, namun di detik kemudia Alex tersenyum dan mengelus lembut kepalaku, hingga tiba-tiba saja, "Aleex gelii ih..." dengan lembut tiba-tiba saja Alex mengelus perut rataku. "Enggak Ra diem deh, nanti kalau di dalemnya udah anak aku, aku bakalan lebih sering ngelus perut kamu, " ujarnya yang membuatku tersenyum geli. "Kalau nikah sama kamu," "Haruslah, kamu harus nikah sama aku!" tekan Alex. "Tapikan kita--" "Jangan mulai deh Ra, kita tinggal n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN