"Yaang, aku udah nyampe rumah!" Itulah pesan yang Ara dapat dari Alex dan ia pun membalasnya. "Iyaa... Langsung istirahat ya Lex..." Karena waktu sudah malam, Ara pun memutuskan untuk memejamkan matanya beristirahat dengan harapan ia tidak lupa bangun di keesokan harinya. "Raaa! Araa!" "Ish, mau ngapain sih?" umpat Ara dan membuka pintu kamarnya. "Kenapa?" tanya Ara pada Shahil yang sangat mengganggu rencana tidurnya. Shahil malah memandang adik kesayanganya itu dengan tubuh yang disenderkan pada dinding. "Kenapa sih?" kesal Ara. "Bentar lagi kamu bakalan pergi dari rumah ini." Ara terdiam dibuatnya. "Maksudnya apaan sih? doain aku mati?" geram Ara. "Ngaco kamu, bentar lagi kan Alex bakalan nikahin kamu..." "WHAT??" Shahil mengangguk. "Aku belum mau nikah, udah ah sana,

