Rasa cinta takan pernah tiada,tidak seperti pelangi yang hanya ada ketika hujan reda Ara kini masih setia memeluk Alex, sampai akhirnya Ara merasakan nafas Alex sudah teratur, tampaknya ia sudah terlelap tidur. Ara POV Aku menatap wajah Alex yang tenang dalam lelapnya tidur, entah mengapa saat aku sedikit menunduk untuk melihat wajahnya yang berada diceruk leherku, rasa bersalah dan iba selalu mendatangiku dengan hanya memandangi wajahnya berhasil membuat mataku memerah menahan air mata yang mungkin ketika aku berkedip semuanya akan tumpah. Tiba-tiba saja Alex semakin mengeratkan pelukannya dan semakin memperdalam wajahnya ke dalam ceruk leherku, seketika air mataku terjatuh begitu saja. "~CUP hikss... maafkan aku..." aku membalas pelukan erat yang Alex berikan dengan sebuah kecupan

