Ara menghapus sisa air matanya. "Aku gak bisa kayak gini terus... maaf... aku lelah dan aku menyerah--" Ara pun berlalu begitu saja. "Ra...! kita gak bisa kayak giniii!" "Araaa!" "Araaaa!" teriak Alex dan, "Aleex?" panik Ara melihat Alex yang tiba-tiba saja meneriakan namanya, keringatnya bercucuran membasahi wajah pucatnya. Ara yang hampir saja terlelap dalam tidurnya, di sofa kamar Alex pun langsung terbangun dan menghampiri tempat tidur, Alex terlihat sangat buruk. "Kamu kenapa?" tanya Ara lembut seraya mengusap keringat yang bercucuran di wajah bahkan sampai leher Alex. Alex menggelengkan kepalanya. "Kamu keringetan, ganti dulu yah bajunya..." Ara pun berdiri dan membuka lemari mengambil baju panjang namun tidak terlalu tebal. "Sini aku bantu..." Ara pun membantu Alex m

