Mungkin benar dalam lafadz Ara sudah menyetujui untuk menikah dengan Alex, tapi lain lagi dengan hatinya, hatinya amat sangat bertolak belakang dengan itu, bagaimana tidak, Ara benar-benar belum siap untuk kata Menikah, mengurus dirinya saja kadang suka salah dan bukankah Alex yang selalu memperingatkan. Lalu bagaimana Ara bisa mengurusi kebutuhan Alex. Saat ini Alex sudah sampai dikediaman Ara, Alex tau Ara menyetujui itu karena terpaksa, tapi bagaimana lagi Alex sangat takut jika Ara pergi meninggalkannya. "Ra.." panggil Alex yang melihat Ara hanya terdiam semenjak kepulanganya dari rumah Alex. "Hemm?" "Kenapa heum?" Alex menggenggam lengan Ara dan menyatukan jari-jemarinya. "Lex, aku--" "Aku tau kamu belum siap buat nikah, tapi denger, kamu gak perlu khawatir, aku pasti bahagia

