Hari minggu yang cerah, matahari tersenyum memancarkan sinarnya, hangat menerangi bunga bunga di taman belakang rumah alvian.Terlihat sosok alvian sedang berolahraga disana. Rumah yang besar itu tampak sepi tanpa kehadiran sosok anak anak. Mama merry yang sedang menikmati teh di taman tersenyum melihat sang putra semata wayang yang sudah tidak jomblo lagi.
"Semoga alvian sama rosna cepet nikah dan kasih cucu, biar rumah ini suasananya hidup ya Allah", gumam mama merry.
Alvian yang sudah bercucuran keringat, menghentikan aktivitasnya. Ia menuju dapur untuk mengambil minum. Mbak Sri nampaknya sedang telepon di dapur sambil nguleg bumbu, tidak menyadari kehadiran alvian. Alvian duduk sambil menikmati air mineral di dapur.
Alvian mengambil sendok dan di lemparkannya ke wajan kosong, sehingga membuat mbk Sri terkaget kaget.
"eh copot kadal buntung mau beranak", cerocos mbak sri latah.
Alvian tertawa dengar mbak Sri yang latah. Itulah kebiasaan bos ganteng kalau dirumah. Selalu bikin ulah.
" ciye pagi pagi udah yayang yayangan aja nih mbk Sri", goda alvian.
"ih mas alvian, kebiasaan deh. Sirik kalau liat Sri senang. Awas ya pagi pagi bikin ulah. bakal ketiban soal, eh sial maksudnya", ucap mbak Sri.
Jedarrrrrr jedarrrrrr petir menyambar nyambar di atas kepala alvian, nah bengek gak tuh ada petir masuk rumah pagi pagi belum sarapan pula. Dasar petir. Alvian menutup kedua telinganya.
"mas alvian kenapa tutup telinga?", tanya mbk Sri.
" Ada petir mbk Sri di deket telinga gua", jawab alvian.
"Eh mas, makanya jangan merem, melek dong, orang Sri lagi goreng ayam kok, yah suaranya mbledos mbledos mirip petir",kata mbak Sri sambil ketawa.
"Udahlah, mau mandi mau ketemu mertua", ucap alvian sambil keluar dari dapur.
Alvian naik ke kamarnya di lantai dua. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang keluar setelah olahraga. Selesai ritual mandi, Alvian memakai setelan Jeans dan kemeja. Terlihat santuy namun mirip anak berbakti.
Lain lagi dengan rosna, setelah membuka pintu kosannya. Ia galau setengah mampus. Gimana gak galau kalau koleksi tanaman kesayangannua tiba tiba pada mati. Semua potnya jungkir balik udah kayak habis gempa bumi. Sambil mewek agak bengek ia membereskan tanaman yang berserakan.
"Bu lusi, kemarin malam emangnya ada gempa bumi? ", tanya rosna pada bu kosnya.
" Enggak ada loh mbk rosna, mungkin yang gempa kamar sebelah, soalnya kan pengantin baru penghuninya. Ya pasti gempa bumi, Emangnya ada apa sih mbak kok tanya gempa bumi? ", ucap bu lusi.
" Lihat nih bu, pot saya jungkir balik udah pada bengek nih tamanam saya", ucap rosna.
"Loh kok bisa begini, waduh ini kan anaknya si janda bolong udah saya request loh mbak. malah mati! bener bener tragis nasib si janda satu ini mbak", ucap bu lusi sambil mewek gak jadi dapat anak kandung bunga gratis.
Mereka berdua bingung ngurusin tanaman yang pada bengek. Si janda bolong udah almarhumah, si lidah mertua udah putus itu lidahnya, kasian banget deh ah, nah itu ada lagi, kaktus duda berjamur pada rontok tuh jamurnya plus durianya kena timpuk pot besar yang jungkir balik. Jadilah kaktus duda berjamur turun level jadi kaktus botak plontos tua encokan.
"pasti ini ada kucing tawuran mbak ?"ucap bu lusi.
" Kan yang sering nyuri telur ceplok disini ya si gembul kucingnya bu lusi!, jadi ini ulah gembul ya?", ucap rosna sambil melototon bu lusi, ngeri ngerong deh itu primadona gang cicot kalau lagi marah.
"wah kelupaan tadi mau mandiin si nina", bu lusi buru buru ngacir lari masuk rumah.
Setelah selesai beres beres rosna mandi. Pagi ini rencananya mau pulang ke malang di anterin mas bos ganteng yang sintingnya agak berkurang sejak ketemu primadona ini. Rosna berdandan cantik pagi ini. Ia menyiapkan sarapan ayam goreng, terong goreng plus sambal tak lupa ia menyediakan garam sama cabe di meja.
"Sempurna", ucapnya.
Tok tok tok pintu di ketok dari luar.
" Masuk aja mas, gak di kunci", ucap rosna.
Alvian masuk ke kosan sambil bawa empat peperangan bag, dari luar sih kelihatannya itu makanan, sebab ada tulisan terpampang nyata, Kue lapis surabaya ny liem.
"Kami kok tau sih kalau akun yang ketuk pintu", ucap alvian.
" Tau lah mas, kan cuma kamu yang jam segini kesini, selain kamu mana ada tamu ke sini ", ucap rosna.
Alvian meletakan bawaannya di sofa. Dilihatnya makanan tersusun rapi dan menggoyang lidah berjajar di meja.
" Wah istriku rajin banget sih, tau aja suami belum sarapan", ucap alvian.
"istri istri, nikahin dulu lah mas, baru istri!", ucap rosna sambil menyodorkan garam ke alvian.
Sudah menjadi reflek si rosna kalau makan bareng alvian selalu stanby sediain garam.
" sekarang sudah passion aku tau thor, bawa garam", ucap rosna ke othor.
Balik lagi ke dunia Pernovelan. Mereka berdua makan bareng sambil liat spongebob SquarePants di tipi kesayangan.
"Enak banget nih beib sambel kamu, mantap ", ucap alvian.
" Kamu suka juga makanan kampung mas, aku kira Sultan makannya menu continental ", ucap rosna.
" Kata siapa?noh di rumah mbk Sri menunya ayam goreng sama sayur lodeh terong ", ucap alvian sambil melahap habis makanannya.
Selesai makan dan membereskan bekas piring kotor, alvian dan rosna berangkat ke malang. Tidak lupa rosna berpamitan ke bu lusi.
" bu lusi, rosna mau pulang ke malang dulu. nitip bunganya ya bu, barangkali aja ada tawuran lagi", ucap rosna.
"oalah mbak rosna mau pulang di antar mas ganteng toh. Jangan lupa oleh olehnya ya mbak, apel malang sama bawain bunga dari sana mbak ya!", ucap bu lusi.
" iya bu, rosna pergi dulu ya", ucap rosna sambil bersalaman.
Dasar, udah kucingnya tawuran bikin semua bunga pada almarhum, kagak ada tanggung jawab. Malah sekarang minta oleh oleh plus bawain bunga, emang gak ada aklaq kali tuh bu kos.
Rosna dan alvian masuk ke mobil, tak lupa oleh oleh dari alvian di gondol pula ke mobil.
Mau ketemu calon mertua, Alvian benar benar menyiapkan diri agar di Acc jadi mantu.
Setelah tiga jam menempuh perjalanan , mereka sampai di kampung rosna. Perkebunan apel di sepanjang jalan, udara sejuk pegunungan. Membuat lelah perjalanan hilang seketika.
"Masih jauh gak beib rumah kamu", tanya alvian.
" nah pertigaan depan masuk kanan, ujung jalan rumah aku mas", ucap rosna.
Alvian melajukan mobilnya sesuai arah arahan rosna. Tampak rumah di ujung, rumah paling besar halamannya dan banyak pohon apel serta bunga bunga hias, rumah itu paling asri. Alvian menghentikan mobilnya dan memarkirkan di halaman luas itu.
"wah rumah kamu bagus beib, indah banget, jadi pengen nginep nih", ucap alvian.
" ayo masuk mas, jangan aneh aneh kamu. entar bapak marah tau rasa", ucap rosna sambil mencubit hidung mancung alvian.
Mereka turun dari mobil, berjalan melewati halaman penuh bunga melepaskan sepatu di teras dan mulai mengetuk pintu.
"assalamu'alaikum, assalamu'alaikum, tok tok tok", suara alvian dan rosna.
" waalaikumsalam, iya sebentar ya", suara wanita dari dalam.
"Nah mas, itu suara ibuk mas", ucap rosna.
Ceklek suara pintu terbuka. Wanita sekitar 45 tahun itu memakai daster motif batik berwarna hijau, mengikat rambutnya di belakang. Wajahnya terlihat ramah, bukan tipe tipe mertua galak ya reader's.
Rosna segera bersalaman dan memeluk ibunya, begitu pula ibunya memeluk rosna dengan sangat erat. Diciumnya kening anaknya itu.
Terdengar suara anak anak berlarian dari dalam sambil teriak.
"embak pulang embak pulang yey jalan jalan", suara dia bocah kembar laki laki itu.
" Ros, siapa mas ganteng ini, kok gak di suruh masuk? ", ucap Ibu.
" Mari masuk dulu mas", ucap Ibu dan rosna bersamaan.
Mereka pun masuk dan duduk di kursi ruang tamu.
Alvian bersalaman dengan Ibu rosna dan kedua bocah kembar adiknya rosna.
"Perkenalkan saya alvian bu", ucap alvian.
" Mas alvian asli surabaya ya?, tanya Ibu.
"iya bu saya asli surabaya, saya pacarnya rosna", ucap alvian.
" Wah jadi ini calon mantu nya Ibu, pinter kamu ros cari pacar ganteng dan sopan, kenapa gak pernah cerita sama ibuk sih", ucap Ibu.
"oh iya bu, ini ada sedikit oleh oleh dari saya. Makanan khas surabaya bu, " ucap alvian sambil memberikan oleh oleh.
"Wah nak alvian, kenapa repot repot nak, sudah kesini saja Ibu sudah senang lo", ucap Ibu.
" Horeeee embak mau nikah", teriak duo bocah kembar dari teras yang dari tadi nguping di pintu.
"Ros ayo ke belakang bikin minum", ajak Ibu.
Mereka pun ke dapur membuat minuman segar serta mengupas buah dan menyiapkan beberapa cemilan. Sambil kepeo kepo manjah lah tentunya si ibuk.
" Buk bapak kemana sih kok gak ada di rumah, kan ini hari minggu, masak ke balai desa", tanya rosna.
"Enggak ros, Bapakmu lagi ketemu temannya, katanya jemput di bandara gitu tadi", jawab Ibu .
Merekapun kembali ke depan membawakan minuman dan beberapa cemilan. Terlihat alvian sudah main bareng duo kembar di teras. Mereka bertiga ketawa sambil lihat ponsel alvian.
Ibuk sama rosna jadi kepo, ikutan ngintip liat ponselnya alvian. Saking lucunya liat video di tik tok, ibuk sama rosna ketawa, membuat alvian plus duo kembar resek jadi kaget sampe bengek.
"ibuk sama embak ngagetin, ponselnya emas sampai terbang, gak bisa lihat tik tok lagi", ucap riko.
" iya tuh iya tuh", ucap riki.
"riko, riki, ajak mas alvian ke dalam, ini ibuk sama embak bikin minuman seger", ucap ibu yang sudah berada di ruang tamu.
Mereka bertiga masuk dan meminum jeruk peras hasil kebon. Bener bener nyegerin, bulir jeruknya terasa.
" oh iya bu, bapaknya kemana ", kata alvian.
" walah tadi bapak juga udah semangat nunggu rosna. Karna rosna dateng siang jadi bapak pagi pagi jemput kawannya, katanya ada hal penting Nak alvian", ucap Ibu.
Duo kembar riko dan riki muncul lagi. Kali ini duo riko riko ngajakin alvian ke kebon.
"Mas ayo ke kebon, ikut manen apel yuk", kata riki.
" Bisa manjat gak? orang kota mah sukanya makan doang biasanya gak bisa manjat! ", ucap riko.
" Riki, riko, mas alvian capek jangan ngajakin aneh aneh deh", ucap ibu.
Setelah duo kembar riki riko merengek, akhirnya alvian ikut mereka ke kebon belakang rumah. Hamparan kebon apel yang sangat penuh buah plus rumput hijau di bawahnya, tampak sempurna pas ada segerombol domba di bawahnya.
Alvian membawa keranjang dan naik ke pohon mencari buah yang tua dan masak. Si kembar udah pada antusias nunjukin buah yang sudah bisa di panen. Dengan semangat alvian memanen apel apel itu.
Tanpa di sadari para kambing udah di bawah pohon mengembek. Alvian sadar riki riko sudah berubah jadi kambing. Alvian segera turun , pas mau ke bawah malah kambing pada rebutan keranjang apel.
"Horeee bapak pulang, horeeeeeeee", tersengar suara kembar bersorak-sorai. Alvian yang mendengar bahwa bapak pulang mendadak megap megap udah kayak nelen apel sebiji nyangkut di leher.
Alvian berjalan menuju calon mertuanya. Dengan perasaan dag dig dug ia melangkah mendekati pria tinggi besar yang lagi menatapnya penuh identifikasi.