Sesaat Lizzie berharap bahwa orang yang menepuk bahunya adalah Daxon, tapi saat dia berbalik justru yang berdiri dibelakang adalah ibunya. Senyuman yang penuh rasa kebahagiaan terlihat jelas, dia memeluk Lizzie tapi saat itu dia tidak fokus dan ponselnya masih berada di dekat telinga. Sekali lagi yang dia dengar justru adalah pesan suara saja. Ekspresi wajah Lizzie berubah muram, membuat ibunya langsung menangkupkan wajah gadis itu. “Sayang, ada apa?” tanya Elliza pada putrinya. “Ah … aku mencoba menghubungi Daxon tapi dia ….” “Sedikit terlambat?” “Entahlah Bu, aku tidak tahu. Aku tidak bisa menghubungi dia sama sekali,” kata Lizzie, dia sedikit lebih gelisah dari pada biasanya. “Aku harap dia baik-baik saja.” Elliza memeluk putrinya sekali lagi dan kali ini bahkan jauh lebih erat. “D

