Setelah beberapa menit terdiam di tempatnya, Nathan akhirnya mengejar istrinya. Ia tidak mau membuang waktu untuk mendapatkan kesempatan berbicara dengan Keira. Meskipun ia akan mendapatkan kata-kata yang menyakitkan, ia harus terima itu. " Keira tunggu " pinta Nathan dengan memegang lengan Keira " Ada apa tuan ? " Keira bertanya dengan wajah datar " Kita perlu ngomong, please untuk anak kita " mohon Nathan dengan memelas " Gak ada yang perlu di bicarakan lagi, saya sudah bahagia bersama anak saya tanpa kehadiran anda tuan " tolak Keira tanpa melihat Nathan " Om kenapa si maksa banget sama mommy Syera " celetuk bocah yang ada di gendongan Keira " Sayang om ini papa Syera, dan orang yang kamu panggil papa itu om kamu " jelas Nathan lembut " Ih gak boleh ngaku-ngaku om dosa, papa aku

