bab. 24

1474 Kata

Setelah puas memandangi wajah cantik Keira dengan sesekali mengelus perut buncit istri. Akhirnya Nathan memilih untuk pergi ke kamar dan tidur. Pikirannya sudah mulai tenang, bayangan Melissa marah terhadap dirinya sudah pergi setelah melihat wajah damai sang istri. Bahkan sekarang pikirannya malah di penuhi dengan Keira. "Apa mungkin, gue harus membuka hati untuk Keira? Dan merelakan Melissa bersama orang lain!" gumam Nathan Nathan sudah siap akan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, namun ia teringat sesuatu. Tadi sekretaris sang Ayah mengatakan jika akan mengirimkan berkas untuk perusahaan barunya. Terpaksa Nathan harus menunda tidurnya, ia harus mengurus berkas-berkas perusahaan agar nanti tidak menumpuk. Dengan melawan rasa ngantuk yang menyerang, Nathan terus mengerjakan semua be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN