Bab 41

1581 Kata

“Niatnya Abah untuk menikahi Ibu, Mas? Apa aku harus berikan izin? Rasanya hatiku ragu, terlebih anak Abah itu Sisil! Dia bisa sejahat itu padaku! Aku kasih izin jangan ya, Mas?” Sukma mengaduk jusnya yang tinggal setengah. Raga terdiam dan menimbang. Dia pun masih belum yakin atas keputusan Abah yang berniat menikahi Anjani untuk menebus rasa bersalahnya. “Kita sebaiknya minta advise dari dokter dulu nanti! Apakah lebih baik Ibu diurus oleh keluarga? Atau lebih baik ditangani oleh rumah sakit? Nanti aku minta orang buat urus!” ucap Raga sambil tersenyum menenangkan. Sukma mengangguk dan mencoba meyakinkan hati, jika apapun keputusannya adalah yang terbaik untuk ibunya nanti. Usai Aira menghabiskan ice cream, mereka melaju pulang. Aira terlelap dalam pangkuan Sukma pada jok belakang. W

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN