Rania mengerjapkan matanya saat terdengar suara ketukan pintu di rumahnya yang berulang-ulang kali. Ia melirik ke arah jam dinding di kamar yang menunjukkan pukul delapan pagi. Mengubah posisinya menjadi duduk sembari menyibak selimut, Rania beranjak turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar membukakan pintu untuk tamunya yang sudah berhasil mengganggu tidur nyenyaknya di pagi hari. Ia memutar kunci pintu rumah sambil sesekali menguap lalu membuka pintu yang langsung membuat dirinya berhadapan dengan seseorang yang sudah tampan dengan kemeja berwarna maroon dan jeans berwarna gelap. Mata Rania melebar melihat Keyhan tersenyum manis ke arahnya dengan satu tangan yang menenteng bungkusan plastik. Seketika Rania teringat akan penampilannya sendiri yang masih acak-acakan selepas bangun ti

