Mikha senyum-senyum sendiri sambil memakai gelang putih mengkilap itu di tangan kirinya. Lalu menunjukkan pada Aksa. “Aksa lihat! Bagus banget ya aku pake?” Aksa mengangguk. “Bagus banget, Sayang.” Tapi matanya tidak ke arah gelang itu. Aksa memindai wajah Mikha lalu turun ke lehernya. Perlahan wajah Aksa mendekat, lalu mulai menyusup ke ceruk leher Mikha. Menciuminya dengan lembut. “Aksa, ah.” Mikha berusaha menghindar. Tapi tangan pria itu yang menyusup di punggung Mikha, menahan dengan menarik pinggangnya. Sehingga dia tidak bisa menjauh. “Sayang, aku kangen. Kangen aroma tubuhmu, hangatnya tubuhmu,” bisik Aksa. Satu tangan Mikha mencengkeram sprei kasur ketika Aksa semakin menggebu menciumi lehernya. Tanpa Mikha sadari, Aksa sudah membuka kancing kemejanya satu-persatu. Sehingga te

