Dia menunjukkan ktp-nya dan mengatakan kalau dirinya adalah putra dari orang yang menjadi korban penusukan di rumah tersebut, setelah polisi yang bertugas menjaga itu memeriksa kartu identitas milik imron maka dia pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah dan langsung saja menuju ke kamar Bapaknya. Dia Lalu naik ke atas pembaringan, dari situ tangannya mampu menjangkau ke arah langit-langit tempat di mana Bapaknya menyimpan kitab Bayu Bajra, sebuah kitab ajian tertinggi yang dimilikinya, setingkat lebih tinggi dibandingkan ajian pukulan sakti cahaya matahari. Dengan sedikit mendorong salah satu papan penutupnya, langit-langit kamar tersebut terbuka dan Imron segera merogoh ke dalamnya dan segera saja dia menyentuh sebuah buku yang tidak terlalu tebal, dan dia mengambilnya. Ternyata d

