Just for You

1195 Kata

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, kedua tangan Meyra saling meremas. Ia sudah tak sabar untuk sampai. Sesekali Wanda mengusap lengannya dan mengecek layar ponsel untuk melihat jam. "Lebih cepat ya, Pak," ujar Meyra pada supir taksi berusia paruh baya. "Sabar, Meyra ..." Lagi, Wanda berusaha menenangkan hati saudaranya yang tengah risau. Nyonya Anggun masih menunggu di depan pintu Unit Gawat Darurat. Menanti dokter yang memeriksa Kio keluar dan memberitahu apa yang terjadi pada putranya. Tak lama berselang, terdengar derap langkah lebih dari satu orang yang mendekat. Meyra dan Wanda. Tante Anggun segera memeluk calon menantunya, mereka memiliki rasa khawatir yang sama besar. "Gimana keadaan Kio, Tante?" tanyanya. "Masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Maaf jadi bikin k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN