Beberapa tahun kemudian Tasya menjelma sebagai gadis yang sangat cantik dan pintar.Tasya kini menginjak usia 20 tahun.Tasya juga tengah kuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta dengan mengambil fakultas kedokteran.Kini Tasya sedang berada di kamarnya untuk bersiap menuju kampusnya.Disaat sedang asyik bersiap sang mama menghampirinya.
" Sudah siap sayang ? " tanya sang mama
" Eh mama, sebentar ma Tasya masukkan buku dulu "
" Baiklah setelah itu langsung ke bawah ya jangan lama-lama nanti kau bisa telat ke kampusnya "
" Iya ma beres "
" Oh iya adik - adik kamu sudah bangun ? "
" Oh iya Tasya lupa bangunin ma "
" Ya sudah tidak apa biar mama yang bangunkan mereka kau selesaikan saja tugasmu ini setelah itu kebawah dan segera sarapan, mama sudah memasak makanan kesukaanmu "
" Oke ma "
FYI kini Raina telah resmi menyandang sebagai ibu dari ketiga anaknya. Anak kedua Reyga dan Raina laki - laki yang kebetulan keduanya kembar identik.Mereka bernama Devan dan David. Devan dan David berusia 17 tahun mereka masih duduk di bangku SMA.Raina berjalan menuju kamar Devan dan david yang kebetulan berada tepat disebelah kamar Tasya putri sulungnya.Kedua nya satu kamar dengan dua kasur yang berbeda tentunya.
Setelah pintu dibuka benar saja kedua anak itu masih tertidur pulas dengan lampu yang masih dimatikan dan berselimut sampai menutupi raut wajahnya.
" Hmm... anak ini kebiasaan deh "
Raina pun segera membuka jendela kamar tersebut
"Ma silau ma " Rengek di bungsu David
" Iya ni mah tolong tutup jendelanya " ucap Devan
" Hemmm habis itu kalian tidur lagi gitu ? "
" Ayo sayang bangun kalian tidak sekolah ? " ucap Raina sembari menggoyang goyang kan tubuh Devan dan David
" Hoahm... bentar ma "
" Emmm... bentar ma lima menit lagi " ucap David
" Heh nggak ada ya lima menit lima menit, ini sudah setengah tujuh sayang kalian harus berangkat sekolah nanti kalian telat, ayo cepat bangun, habis itu mandi "
Mendengar hal itu Devan dan David tak kunjung juga bangun, terpaksa cara terakhir harus Raina gunakan.Cara yang terakhir adalah dengan mengancam untuk membawa sang papa untuk membangunkan mereka.
" Oke kalau dalam waktu lima detik kalian tidak bangun mama panggil kan papa kalau begitu... Papa.... " Ucap Raina sedikit keras dan akan menuju kamar Reyga.
Mendengar hal itu kedua nya pun langsung segera bangun dari tempat tidurnya.
" Ah... iya iya ma Devan bangun Devan bangun " ucap Devan tergesa gesa mengambil handuk dan segera menuju ke kamar mandi
" Ah mama ah nggak seru main panggil panggil papa segala " ucap David sembari mengucek mata nya
" Ya mau gimana lagi kalau tidak begini kalian kan tidak bangun "
" Woy kak, aku juga mau mandi ni " Teriak David sembari menggedor gedor pintu kamar mandi
" Auk ah mandi Dibawah aja sih kan bisa ada kamar mandi tamu juga " Ucap Devan
" Ih tapi... "
" Sudah sudah kalau nggak mau mandi di bawah kamu bisa mandi di kamar kakak mu saja sana "
" Oh iya kan ada kamar mandi kakak " Ucap David dan segera menuju kamar sang kakak
Sesampai depan kamar Tasya David tadi nya ingin mengetuk pintu kamar kakaknya itu, tetapi sebelum dia mengetuk pintu terlebih dahulu sang punya kamar membuka pintu itu.
" Ngapain dek di depan kamar kakak ? "
" Eh kakak emm... anu kak, David mau pinjam kamar mandi kakak boleh ya hehe... "
" hufftff pasti rebutan kamar mandi sama Devan kan ? "
" Hehe... iya kak biasa ,boleh ya " ucap David sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Ya udah boleh cepet sana mandi kakak tunggu dibawah ya selesai mandi habis itu sarapan jangan lama - lama "
" Siap kak makasih ya "
" Iya " Ucap Tasya sembari mengusap usap kepala sang adik.
Setelah selesai dengan drama di pagi hari kini Reyga dan Raina beserta ketiga anak mereka sedang menikmati sarapan yang sudah tersaji.FYI kini Reyga hanya tinggal dengan ketiga anaknya dan sang istri beserta para maid di Mancion itu. Kakek dan nenek Reyga telah meninggal dunia sejak dua tahun yang lalu.Di awali dengan kepergian sang nenek dan setahun kemudian disusul sang kakek.
" Ayo sayang cepat habiskan sarapan kalian nanti kalian bisa telat "
" Iya ma " Ucap ketiganya
" Papa mau makan pake lauk apa ? "
" Ayam goreng aja ma "
" Oh iya Tasya bagaimana kuliah mu sayang " Tanya Reyga
" Sejauh ini kuliah Tasya aman - aman aja pah "
" Bagus kalau begitu belajar yang rajin oke " Ucap Reyga sembari mengusap kepala sang putri
" Siap papa "
" Kalau Devan dan David gimana sekolah sayang ? "
" Aman pah " Ucap keduanya
" Hemm yakin aman? nanti ada nilai merah lagi kayak kemarin "
" Ih papa nggak ih kan Devan udah janji nggak bakal ngulangin lagi "
" Iya ni papa nggak baik tau ngungkit mas lalu, David janji deh bakalan dapet nilai yang bagus "
" Hemm ya sudah kalau begitu papa percaya kepada kalian, papa cuma mau kalian itu punya nilai yang memuaskan sayang "
" Iya pa kita berdua janji bakalan tingkatin nilai kita " ucap Devan
" Oh iya mobil Tasya masih di bengkel kan sayang ? "
" Iya pa mungkin besok baru selesai "
" Ya sudah kalau begitu hari ini kamu bareng sama kedua adikmu aja ya "
" Iya pa "
" Devan David sebelum kalian ke sekolah kalian Antar Kakak kalian dulu ya "
" Oke pa " ucap keduanya
Setelah selesai sarapan ketiga anak itu segera berpamitan kepada kedua orang tua mereka
" Pah ma Tasya berangkat dulu ya assalamualaikum "
" Pah ma kita berdua berangkat ya assalamualaikum "
" Wa'alaikumsalam kalian hati hati ya jangan ngebut " Ucap Raina
" Baiklah kalian semua hati hati " Ucap Reyga
" Oke pah ma "
Ketiga nya segera menuju garasi dan segera berangkat untuk ke sekolah. Setelah mereka bertiga berangkat kini giliran Reyga yang berangkat ke kantor.
" Sayang aku kerja dulu ya kamu baik baik di rumah "
" Iya sayang kamu hati hati dijalan ya "
" Iya assalamualaikum "
" Wa'alaikumsalam "
Dilain tempat terdapat tiga anak Reyga sedang asyik berbincang, tiba tiba Tasya yang teringat akan sesuatu
" Eh iya besok kan hari anniversary mama dan papa ya " Ucap Tasya
" Lah iya bener juga bisa lupa gini aku " Ucap Devan
" Ah kakak mah apa sih yang nggak lupa dasar pikun, oh iya maklum faktor U " ucap David tanpa rasa bersalah
" Enak aja masih 17 tahun gini dibilang udah berumur, lagian kan kita kembar vid,tega banget lu sama kakak sendiri "
" Lah tapi kan yang lahir dulu kamu kak jadi tetep yang lebih tua kakak "
" Beda lima menit doang ah elah "
" Tetep aja situ lebih tua "
" Udah udah apaan sih perkara umur doang jadi masalah, setua tua nya kalian masih lebih tua aku tau, secara aku anak pertama "
" Oh iya hehe " Jawab keduanya
"Jadi gimana bikin kejutan apa enaknya "
" Emm apa ya kak " David mencoba berpikir
" Kita ajak papa dan mama makan di tempat restoran biasa gimana ? " Ucap Devan
" Tahun lalu kan udah Van yang lain dong lebih istimewa gitu biar lebih berkesan gitu " ucap Tasya
"Berbakyu an di rumah Sabi kali " ucap David
"Boleh juga tu " ucap Devan
" Ya udah kita bikin acara nya malam aja biar lebih enak "
" Nanti kalian pulang jam berapa ? "
" Jam setengah 2 Kak " ucap Devan
" Kakak nanti pulang jam 12 nggakpapa kalau gitu biar semua barang barang biar kakak yang beli, biar Devan yang bantu hiasin aja "
" Oke Kak beres " Ucap Devan
" Besok kan hari Sabtu, kalian libur kan?"
"Iya libur kak " Jawab keduanya
"Bagus kalau gitu Devan besok biar dekor nya sama kakak aja dan tugasmu David hanya perlu buat papa dan mama sibuk diluar "
" Sibuk diluar David harus ngajak papa sama Mama kemana kak ? "
" Terserah kamu dah ajak belanja kek, main kek, terserah kamu aja nanti kalau sudah selesai semua biar kakak kabarin kamu untuk pulang "
" Oke deh kak beres "
Keesokan hari nya mereka bertiga segera menjalankan rencana yang sudah mereka susun.
" Ssttt...sstt... Devan David " bisik Tasya kepada kedua adiknya
Devan dan David segera menuju kamar sang kakak
" Gimana sudah beres semua ? David papa dan mama mau kan untuk pergi pagi ini "
" Mau kak satu jam lagi kita berangkat" Ucap David
" Oke bagus, dan Devan barang yang Kakak pesan kemarin ada semua kan ?"
" Ada kak di kamar Devan tinggal di hias aja nanti "
" Oke bagus kalau gitu mumpung ini masih jam 12 segera laksanakan rencana "
" Siap boss " Ucap kedua nya
Mereka bertiga segera menjalankan tugas mereka masing masing Tasya dan Devan mempersiapkan segala keperluan untuk pesta malam nanti dan David harus menyibukkan kedua orang tua nya untuk keluar.
" Pah ayo pah keluar " Rengek David
" Mau keman sih sayang " ucap Reyga
" Beli tablet sekalian kita jalan jalan ayo mumpung ini hari Sabtu papa "
" Tablet mu kan ada sayang baru bulan kemarin papa belikan "
" Itu kan buat kak Devan, David kan belum punya pah "
" Kan bisa berdua pakainya "
" Ih papa itu kan juga di pake buat ngerjain tugas pah biar enak ngerjain nya jadi satu satu pah kak Devan satu,David satu ya pah beli lagi ya please " Ucap David memohon
" Tapi kan...."
" Ayo lah pah sekali ini aja please sama nanti kita jalan jalan ya pah "
Begitulah sifat David, Jika sudah mempunyai keinginan tidak akan pernah bisa dibantah.Disela sela berdebat an papa dan anak ini Raina pun datang
" Ada apa sih kalian ini ribut aja " Ucap Raina sembari meletakkan beberapa kemeja Reyga ke lemari
" Ini Lo mah David minta tab lagi kan baru papa belikan bulan kemarin "
" Memangnya tab kamu kenapa sayang ? " Ucap Raina menghampiri si bungsu
" Nggakpapa sih cuma tab kemarin kan sudah di pake sama kak Devan, David mau punya satu juga buat David sendiri ya boleh ya ma please "
" Tapi David.... "
" Ah mama.... "
Mendengar perdebatan yang tak kunjung selesai Reyga pun mulai geram, dan akhirnya terpaksa mengalah dan menuruti keinginan si bungsu
" Iya iya iya papa belikan, apa kau senang sekarang ? "
" Serius pah ? " tanya David dengan mata yang berbinar-binar
" Iya serius "
" Oke kita berangkat sekarang ya pah sekalian jalan jalan "
" Iya iya sudah sana ganti bajumu dulu " Ucap Raina
" Oke ma "
Kini Reyga Raina dan si bungsu sedang berada di toko yang menjual tab yang David inginkan
" Kau pilihlah yang mana kamu mau ini uangnya papa dan mama tunggu di sini oke " Ucap Reyga sembari memberi uang kepada si bungsu
" Oke pah " David pun segera memilih tab yang ia inginkan
" Aku heran sama anak keras kepala banget nggak bisa dibilangin " Ucap Reyga
" Sabar sayang kau tau sendiri anak itu kalau sudah ada mau nya tidak pernah bisa di ganggu gugat "
" Kau menyindirku sayang " tanya Reyga melirik ke arah Raina
" Lah ngerasa kesindir dia hahaha tapi emang bener sih "
" Ih kamu mah gitu yang nggak asik "
" Utututu sayang ku ngambek ceritanya nih "
" Auk ah gelap "
" Jangan ngambek dong sayang "
Disaat sedang asyik mengobrol David pun datang dan membawa sekantong kresek berisikan tab yang baru saja dia beli
" Sudah sayang tidak ada yang mau di beli lagi kan ? " Tanya Raina
" Sudah ma hehe... makasih ma pah "
" Iya gunakan dengan baik Tab itu oke " Ucap Reyga
" Iya pah "
" Baiklah ayo kita pulang "
" Loh kok pulang pah kita jalan jalan dulu dong "
" Mau kemana sih sayang ? hmm? " Tanya Raina
" Ada sesuatu tempat yang harus kita kunjungi Ayo pah mah "
David langsung berjalan menuju tempat parkir dan diikuti oleh kedua orang tuanya.Mereka bertiga segera melajukan mobilnya untuk pergi ke tempat David yang ingin ia kunjungi.Di lain tempat Tasya dan Devan yang sedari tadi sibuk mempersiapkan kejutan untuk malam ini akhirnya selesai juga akan tugasnya.
" Van apa semua sudah siap ? "
" Sudah kak tinggal nyusun makannya aja di sini " Tunjuk Devan pada meja
" Oke kue dan makanan juga sudah siap, kamu tolong bantuin kakak menyusun di meja ini ya,biar kakak hubungin David "
Tasya pun segera menghubungi David melalui pesan singkat.
" David semua sudah siap kau segeralah pulang "
" Oke siap kak aku segera pulang "
Setelah puas berkeliling seharian kini waktunya David dan kedua orang tuanya pulang karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore.
" Pah ma ayo kita pulang " ucap David
" Tapi ini makanannya belum habis sayang habiskan dulu makananmu " Ucap Raina
" Oke ma "
Setelah selesai menghabiskan makanan mereka ketiga nya segera pulang menuju Mancion Reyga.Sesampainya di Mancion, dengan inisiatif David menutup mata kedua orang tuanya menggunakan kain hitam yang sedari tadi dia bawa.
" Ini kenapa harus ditutup segala sih papa kan nggak bisa liat "
" Iya ni ada apa sih mau bikin kejutan? hari ini kan mama nggak ulang tahun sayang "
" Memangnya kalau mau bikin kejutan harus ulang tahun ya ma " Ucap David sembari menuntun kedua orang tuannya
" Ya enggak sih hehe... " Ucap Raina
" Pelan pelan nanti mamamu bisa jatuh sayang " Ucap Reyga memperingati sang anak
" Iya pah ini juga hati-hati "
David terus saja menggandeng kedua orang tua nya menuju halaman belakang rumah di sana juga sudah terdapat berbagai hiasan,Devan dan Tasya yang sedang memegang kue yang baru saja Tasya buat
" Sudah sampai, sebentar jangan di bukan dulu matanya " Ucap David
" Oke " Jawab Raina dan Reyga
David pun segera menuju ketempat Devan dan Tasya berada
" Oke mah pah buka penutup matanya " Ucap David
Disaat kedua nya membuka penutup mata nya ketiga anaknya berkata
" Surprisse "
"Happy Anniversary Mah pah " Ucap ketiganya diselingi terompet kecil yang Tasya beli tadi siang
" Wow sayang " Ucap Raina sembari memegang lengan Reyga dan satu lagi menutup mulutnya
" Wow kalian " Ucap Reyga terkejut
" Kalian mempersiapkan semua ini? "
" Iya pah " Jawab Devan dan Tasya
" Jadi David ini tadi..."
" Iya itu bagian dari rencana kami ini pah hehe... " Ucap David menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Hmmm bisa an ya kamu "
" Sudah sudah ayo pah ma tiup lilinnya dulu " Ucap Tasya
" Oke "
Keduanya pun meniup lilin dan acara makan malam pun di mulai.Setelah selesai makan Tasya pun berinisiatif untuk mengajak kedua adik kembarnya itu
" Ma pah kita bertiga ke kamar dulu ya ada hal yang harus kita kerjakan "
" Baiklah sayang makasih ya kejutannya " Ucap Reyga
" Sama - sama pah "
" Ayo Van Vid "
" Ayo kak " ucap keduanya
Kini tinggal Reyga dan Raina di belakang rumah itu kebahagiaan Reyga pun terasa lengkap dengan ada nya istri yang dia cintai dan ketiga anak yang selalu dia sayangi.
" Sayang makasih ya kau masih bertahan denganku hingga saat ini " Ucap Raina
" Sama - sama sayang aku juga berterimakasih sudah mau mendampingiku hingga saat ini, semoga kita akan selamanya begini hingga maut memisahkan ya "
" Kau dan anak - anak sangat berarti buatku "
" Aku pun berharap begitu "
Kemudian keduanya pun segera berpelukan
" Semoga saja sayang tapi entah mengapa perasaanku akhir-akhir ini tidak enak seperti ada sesuatu yang akan menimpa rumah tangga kita "
" Semoga itu hanya perasaan ku yang salah saja " batin Raina