Terlanjur

2097 Kata

Eveline memasuki kediaman mantan suaminya dengan senyum lebar. Kedua tangannya saat ini penuh oleh beberapa kantong belanja berisi banyak hadiah yang sudah ia siapkan sejak lama untuk Ane. Begitu sampai di depan pintu rumah yang terbuka, Eveline bisa melihat jika selain Erlangga dan Mayang juga ada mantan mertuanya dalam pertemuan kali ini. Eveline menarik napasnya pelan kemudian menyunggingkan senyum manis. “Halo semuanya.” Eveline melangkah masuk dengan percaya diri. Senyum di wajahnya bertambah lebar saat mendapati orang tua Erlangga membalas senyumnya. “Silahkan duduk, Eve.” Reva mempersilahkan mantan menantunya itu untuk ikut bergabung bersama mereka. Eveline mengangguk lalu memilih duduk di sofa tunggal yang ada di seberang Erlangga. “Apa kabar?” “Baik, Tante.” Eveline mengulas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN