Jarak

2032 Kata

Selesai berbicara dengan Mayang, Erlangga memutuskan untuk langsung masuk ke kamar. Bergelung di dalam selimutnya dengan mata terpejam mencoba meredakan emosinya yang menggelegak. Sejak bertemu Eveline tadi, hatinya benar-benar kacau. Maka dari itu, Erlangga sengaja mengacuhkan Mayang dan tidak menatapnya sama sekali karena tidak ingin membuat semuanya bertambah runyam. Kelepasan marah dan mengamuk pada istrinya itu di hadapan Ane adalah satu hal yang paling ia hindari. Gadis kecilnya tidak boleh melihat sosok sang ayah yang sedang dikuasai emosi. Pintu kamar terbuka, Erlangga sengaja mengatupkan matanya lebih erat. Ia tahu itu adalah Mayang, aroma tubuhnya cukup familiar bagi indera penciuman Erlangga. Langkah kaki pelan terdengar mendekati sisi ranjang tempatnya berbaring. Suara gadis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN