“Kau jangan bercanda, Ayara!” Beni benar-benar tidak suka dengan perkataan Ayara barusan, yang menyatakan jika dia tengah berbadan dua. Bagaimana mungkin Ayara bisa mengandung, sedangkan saat itu bisa Beni melihat dengan mata kepalanya sendiri, surat keterangan Ayara dinyatakan mandul dan tidak bisa memiliki anak. “Apanya yang bercanda, aku memang tengah mengandung dan ayah dari anakku, adalah Om Adam.” Ayara tersenyum sembari mengusap perutnya yang masih rata. Perbuatannya memang salah, dan tidak bisa dibenarkan. Namun, bayi yang ada dalam kandungannya sama sekali tidak bersalah. Ayara akan mempertahankan anak itu, apapun yang akan orang-orang katakan padanya. Ayara tidak akan pernah peduli. Ayara sangat menyayanginya, bahkan sebelum ia lahir ke dunia. “Aku sangat menyayanginya, aku

