Sabrina putus asa, ia kehilangan harapan di saat ia teringat kalau ia hanya sendiri. Ia tak memiliki siapapun di dunia ini, rasanya akan sangat mustahil akan ada orang yang menolongnya. Namun, dalam hatinya ia terus memanjatkan doa, berharap ada keajaiban Tuhan dan ia bisa terlepas dari semua ini. Sabrina memejamkan mata kala pria itu berusaha untuk menyentuhnya. Harapannya hampir hilang, akan tetapi ia mendengar suara tak asing di telinganya. Ia mendengar suara Arthur memanggil namanya. “Sabrina!!!” teriaknya. Demi apapun, Sabrina merasa sangat senang mendengar suara Arthur. Suaranya terdengar seperti seorang penyelamat yang akan mengeluarkannya dari kubangan hitam yang baru saja akan diselaminya. “Arthur.” Sabrina menghapus air matanya lalu mencoba untuk berlari mendekat ke arahnya.

