Untuk kedua kalinya, Murni kembali dihantam kenyataan. Kenyataan yang membuatnya kembali terjatuh ke jurang yang dalam. Ia kembali terjatuh ke dalam kubangan kot0r yang dibuat oleh putrinya. Ya Tuhan, entah ini yang keberapa kalinya, wajah Murni terasa dipenuhi oleh kot0ran. Ini sangat memalukan. “Asal Tante tahu, bahkan Sabrina saja tidak keberatan anaknya dirawat oleh kami. Ia dengan senang hati memberikannya pada Mas Tama. Mungkin selama ini Sabrina hanya menganggapnya sebagai beban. Tapi tidak dengan kami, kami sangat menyayanginya. Akan kami didik dengan baik, agar ia tidak tumbuh menjadi manusia licik seperti ibunya.” Naira tampak sangat puas saat mengatakannya. “Tapi bagaimanapun juga dia tetap cucuku!” Murni masih mencoba untuk mempertahankan bayi itu. Semoga saja Naira akan be

