“Apa yang katakan, Arthur?” Sabrina terkejut mendengar perkataan Arthur barusan, kalau pria ini akan menikahinya. “Kau jangan bercanda.” “Memangnya sejak kapan aku suka bercanda, kau tahu bagaimana aku selama ini. Bercanda adalah hal yang aku hindari, bukan?” Arthur tidak mau jika keseriusannya dianggap sebuah gurauan. “Siapa kau, dengan mudahnya kau mengajak Sabrina untuk menikah? Kau bukan siapa-siapa, jadi jangan berlagak sok dekat padanya!” Tama masih menolak Arthur, ia tak rela Sabrina menjadi milik pria yang baru saja dikenalnya. Ia bukan siapa-siapa, tak seharusnya ia bersikap berani pada Sabrina. “Kau bertanya aku siapa, sedangkan kau sendiri bukan siapa-siapanya. Kau hanya seorang kerabat saja baginya, kau hanya suami dari sepupunya. Jadi, bersikaplah sewajarnya, dan jangan ba

